Bulan
Agustus telah datang, dimana mana tampak meriah. Umbul umbul yang tampak
terpasang di pinggir jalan di kampungku, jalan desa dicat putih di sepanjang
tepian badan jalan. Sebuah desa di bagian selatan Jawa Tengah. Bulan Desa yang
paling ujung barat dari kabupaten kami
dan dekat perbatasan dengan kabupaten tetangga. Agustus mengingatkanku arti
patriotisme, rasa cinta tanah air, cerita perjuangan leluhur dan pendiri bangsa
yang berjuang segenap jiwa raga dan harta benda pun dikorbankan demi
kemerdekaan negara tercinta kita. Kemerdekaan yang tidak gampang diperoleh, banyak
sekali pejuang pejuang kita telah gugur. Perjuangan yang telah dipersembahkan
oleh pendahulu kita seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa selayaknya
menghargai dan meneruskan perjuangan cita cita pendahulu kita.
Showing posts with label Desa. Show all posts
Showing posts with label Desa. Show all posts
Saturday, 8 August 2015
Sunday, 5 July 2015
ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH
(Bagian keempat)
D. Orang-Orang Desa Yang Terpilih
Masyarakat dari sebuah desa kebanyakan mempunyai beberapa atau malah banyak orang yang mempunyai latar pendidikan tinggi. Desa desa yang berada di sekitar pegunungan Kendeng Selatan ini rata rata penduduknya tamatan SMU/SMK atau sederajat. Masih banyak juga ditemui orang desa yang berlatar belakang pendidikan dibawahnya. Orang orang desa yang berlatar belakang berpendidikan tinggi mempunyai kecenderungan memilih pekerjaan di luar desa. Adapun yang tinggal di desa, berprofesi pns atau belum mendapatkan pekerjaan atau terpaksa untuk hidup di desa. Mengapa terpaksa hidup di desa? Iya, karena mereka biasanya mempunyai usaha karena belum memperoleh pekerjaan yang mereka idam-idamkan dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau mungkin juga mereka tinggal di desa karena permintaan dari orang tuanya untuk menemani dan merawat sampai akhir hayatnya.
Saturday, 4 July 2015
ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH
(Bagian ketiga)
C. Sisi Lain Orang Desa
Kehidupan di era jaman sekarang yang merupakan era jaman hedonism, orang orang yang wajar. Kehidupan yang hanya mementingkan diri sendiri maupun golongan adalah gejala yang timbul terutama di kota kota besar di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Orang orang yang seperti itu kebanyakan mempunyai tujuan untuk memperoleh material ataupun kekuasaan. Mereka rela mengorbankan apapun dan memperoleh dengan cara apapun untuk mencapai tujuan yang hendak diraih. Di dalam bukunya Munandar Sulaeman yang berjudul Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar, menyebutkan bahwa barat dalam cara berpikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berpikir untuk meninjau makna dunia dan makna hidup. Mereka menganggap ada tiga nilai penting yang mendasari semua nilai di barat, yakni martabat manusia, kebebasan, dan teknologi. Dalam hal manusia, mereka beranggapan bahwa manusia adalah ukuran segalanya. Maksudnya manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri, dengan syarat bertitik tolak dari rasio, intelek, dan pengalaman.
Monday, 29 June 2015
ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH
(Bagian kedua)
B. Motivasi Orang Desa
Motivasi setiap orang pastilah berbeda, dan motivasi kadang berhubungan dengan urusan perut untuk bertahan hidup.hehehe. Dalam bukunya Aang Fetha yang berjudul “Akulah Setan Anda Siapa? Tafsir Imajiner Ayat ayat (tentang) Setan” menyatakan, agar tetap hidup, manusia harus mengisi perut dengan makanan. Secara alamiah pula, manusia mencari dan menelan makanan bilamana perut terasa lapar. Begitulah taraf paling primitive, tatkala manusia sekadar berusaha bertahan hidup. Dari kebutuhan perutlah, kehidupan manusia menjadi dinamis. Manusia akan berusaha mengumpulkan makanan sebanyak banyaknya, sebagai persiadaan, dengan persiadaan menumpuk untuk jangka panjang.Urusan perutlah bisa menyebabkan suatu pertengkaran, situasi yang tidak nyaman, atau sebaliknya, memnyebabkan kebahagiaan, rasa nyaman dan lingkungan yang damai dengan adanya kesejahteraan yang ada.
Saturday, 27 June 2015
ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH
(Bagian pertama)
A. Pemberdayaan Orang-Orang Desa
Banyaknya program pemerintah yang pada intinya adalah membantu masyarakat desa khususnya masyarakat miskin mempunyai segi positif dan negatif. Segi positifnya antara lain adalah meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan dengan berbagai program pemerintah. Segi negatifnya adalah ketika masyarakat perdesaan yang menerima bantuan, misalkan bantuan tunai langsung ke masyarakat, tidak tepat sasaran akan menimbulkan kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat sekitarnya. Segi negatifnya yang lain adalah jika masyarakat tidak menyadari akan tujuan bantuan yang diberikan, bisa membuat masyarakat menjadi malas bekerja dan menggantungkan turunnya bantuan tersebut. Cerita dari obrolan santai di warung kopi di sebuah desa di sekitar pegunungan Kendeng Selatan, menyeritakan kejadian-kejadian yang ada di sekitar lingkungan mereka. Dalam obrolan yang santai, mereka bercerita tentang adanya bantuan yang salah sasaran. Ketika ada pembetulan data daftar penerima bantuan, misalkan bantuan langsung masyarakat, orang yang dulunya menerima bantuan tersebut yang tidak layak mendapatkan bantuan dan kemudian setelah ada pembetulan daftar penerima orang yang tidak layak tersebut sudah tidak masuk lagi ke dalam daftar tersebut. Orang yang tidak layak mendapatkan bantuan tersebut memprotes dan ada yang sampai menjadi pertengkaran dengan orang yang menggantikan dalam daftar penerima bantuan.
Saturday, 30 May 2015
KESUKSESAN, SIAPA YANG TIDAK TERGIUR?
Apa itu sukses?
Secara umum, sukses adalah taraf sejauhmana seseorang mengalami kemajuan dan peningkatan dalam menjalankan aneka tugas kehidupan meskipun menghadapi aneka tantangan dan hambatan (Paul Stoltz, 1997). Ukuran sukses pada setiap orang berbeda-beda. Yang lebih penting diukur adalah dari dalam diri sendiri berupa kualitas motivasi hidup yang semakin meningkat.
Ketika seorang individu berperilaku, perilaku yang nampak adalah hasil dari berbagai macam faktor yang melatar belakanginya. Faktor-faktor yang melatar belakangi tersebut biasanya sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ingin dicapai oleh seorang individu. Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkatan kebutuhan manusia, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis : makan,minum, tidur, seks.
2. Kebutuhan Rasa Aman : Punya penghasilan, tempat tinggal sendiri
3. Kebutuhan Mencintai-dicintai : punya lingkaran sahabat, pasangan hidup
4. Kebutuhan Harga-diri : Punya karir, jabatan, kegiatan yang memberi rasa jati diri.
5. Kebutuhan aktualisasi diri : Punya sarana untuk mengembangkan aneka talenta demi mencapai tujuan yang lebih luhur-mulai : peningkatan diri, pelayanan kepada sesama.
Setiap kali individu berperilaku, maka ia akan dipengaruhi oleh tingkat kebutuhan yang telah terpenuhi. Misalnya : ketika seorang individu, kebutuhan fisiologisnya(makan, minum, tidur, seks) belum terpenuhi maka perilakunya akan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan fisiologisnya.
Secara umum, sukses adalah taraf sejauhmana seseorang mengalami kemajuan dan peningkatan dalam menjalankan aneka tugas kehidupan meskipun menghadapi aneka tantangan dan hambatan (Paul Stoltz, 1997). Ukuran sukses pada setiap orang berbeda-beda. Yang lebih penting diukur adalah dari dalam diri sendiri berupa kualitas motivasi hidup yang semakin meningkat.
Ketika seorang individu berperilaku, perilaku yang nampak adalah hasil dari berbagai macam faktor yang melatar belakanginya. Faktor-faktor yang melatar belakangi tersebut biasanya sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ingin dicapai oleh seorang individu. Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkatan kebutuhan manusia, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis : makan,minum, tidur, seks.
2. Kebutuhan Rasa Aman : Punya penghasilan, tempat tinggal sendiri
3. Kebutuhan Mencintai-dicintai : punya lingkaran sahabat, pasangan hidup
4. Kebutuhan Harga-diri : Punya karir, jabatan, kegiatan yang memberi rasa jati diri.
5. Kebutuhan aktualisasi diri : Punya sarana untuk mengembangkan aneka talenta demi mencapai tujuan yang lebih luhur-mulai : peningkatan diri, pelayanan kepada sesama.
Setiap kali individu berperilaku, maka ia akan dipengaruhi oleh tingkat kebutuhan yang telah terpenuhi. Misalnya : ketika seorang individu, kebutuhan fisiologisnya(makan, minum, tidur, seks) belum terpenuhi maka perilakunya akan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan fisiologisnya.
Monday, 25 May 2015
PERMASALAHAN YANG ADA DI MASYARAKAT DESA
(Bagian Kedua)
B. Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan.
Tingkat Perkembangan Desa
dan Kelurahan sangatlah diperlukan dalam data base pemerintah pusat dan menjadi
salah satu faktor untuk menyeleksi desa-desa yang akan diberikan bantuan
program pemerintah pusat. Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan ini merujuk
pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 12 Tahun 2007. Dalam Peraturan Menteri
Dalam Negeri No 12 Tahun 2007 merupakan petunjuk bagi desa dan kelurahan
tentang cara-cara pengisian berbagai macam data dan perhitungan tingkat
perkembangan desa dan kelurahan selama satu tahun dan selama lima tahun dengan
berbagai indikator-indikator yang ada .Indikator yang ada dapat diterangkan
sebagai berikut ini :
1. Indikator pengukur tingkat perkembangan masyarakat.
Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan adalah status tertentu
dari capaian hasil kegiatan pembangunan yang dapat mencerminkan tingkat
kemajuan dan/atau keberhasilan masyarakat, pemerintahan Desa dan Kelurahan dan
pemerintahan daerah dalam melaksanakan pembangunan di Desa dan Kelurahan.
Tingkat keberhasilan kegiatan pembangunan Desa dan Kelurahan yang dilakukan
selama satu tahun dan atau selama lima tahun. Penilaian hasil kegiatan
pembangunan tahunan dimaksudkan untuk mengetahui laju perubahan dan kecepatan
perkembangan
Sunday, 17 May 2015
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
A.
Program Pemberdayaan Masyarakat yang Diluncurkan oleh Pemerintah
Dalam
Bab I telah menyinggung tentang adanya program pemerintah pusat untuk
pemerintah desa untuk menanggulangi kemiskinan yang salah satu program yang ada
adalah Program
Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).
A.1
Latar belakang
Kondisi yang ada pada masyarakat desa yang membutuhkan
sarana infrastruktur untuk melakukan segala aktifitasnya dan untuk meningkatkan
taraf perekonomian menjadi salah satu dasar pembangunan infrastruktur di desa.
Banyak sekali desa-desa di Indonesia khusunya di kabupaten Banyumas yang
membutuhkan ulur tangan dari pemerintah. Campur tangan pemerintah banyak macam
bentuknya, salah satunya adalah Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
(PPIP) yang diluncurkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP)
merupakan program pembangunan yang diarahkan untuk mendukung penanggulangan
kemiskinan di daerah pedesaan, Program ini dilaksanakan oleh Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Selain PPIP Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah
Subscribe to:
Posts (Atom)